Pengunjung Online : 409
Anda pengunjung ke 5.114.267 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
| |
| JADWAL SHOLAT |
Kamis, 28 Agustus 2008 | Subuh | 4:45 A.M. | | Zuhur | 11:54 A.M. | | Ashar | 3:14 P.M. | | Maghrib | 5:53 P.M. | | Isya' | 7:03 P.M. |
* Waktu Jakarta, Indonesia (WIB) |
| KURS RUPIAH |
| Kurs | Jual | Beli |
|---|
| MYR | 2,708.2 | 2,705.9 | | SGD | 6,472.3 | 6,466.4 | | BND | 6,315.5 | 6,309.9 | | USD | 9,155.0 | 9,150.0 | | JPY | 83.898 | 83.833 | | EUR | 13,523 | 13,513 | | GBP | 16,821 | 16,810 | Sumber : www.yahoo.com 28 Aug 2008 17:00 |
|
|
|
|
BERITA TERBARU  |
 28 Agustus 2008 15:41 |
Yogyakarta, MelayuOnline.com— Sastrawan Seno Gumira Ajidarma pernah mempopulerkan sebuah diktum: ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara. Demikian ungkap Ayu Utami, pengarang novel Saman, Larung, dan yang terakhir Bilangan Fu, ketika mengawali paparannya tentang perkembangan sastra pasca-Orde Baru pada sebuah diskusi Rabu malam ... detail... » |
 28 Agustus 2008 12:45 |
Yogyakarta-MelayuOnline.com- Puisi tidak sekedar rangkaian kata-kata indah tanpa makna, tapi ia, jika disampaikan secara jujur, akan mampu menjadi alat untuk mengkomunikasikan pandangan, pendapat, perasaan, dan sikap kepada masyarakat luas. Pandangan itulah yang terangkum dalam diskusi sastra bertajuk “Puisi Sebagai Media Komunikasi” ... detail... » |
|
Berita Terbaru Lainnya
|
| ARTIKEL TERBARU |
 28 Agustus 2008 14:30 |
Oleh : Mahyudin Al MudraA. Pengantar Memasuki milenium ketiga, Indonesia sudah selaiknya mampu menjawab beragam tantangan dari ombak besar bernama globalisasi, yakni tantangan untuk terus berlari kencang dari ketertinggalan di pelbagai bidang, yang senyatanya tidak dapat dielakkan lagi. Globalisasi ini mendera hampir di seluruh aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi, ... detail... » |
 27 Agustus 2008 15:04 |
Kami harus cepat berkemas, meski tubuh terasa lelah setelah terdera berbagai aktivitas selama tiga hari berturut-turut, dari tanggal 20—22 Juli, dalam rangkaian acara Festival Seni Budaya Melayu Kalimantan Barat (FSBM-KB) V di Kota Sanggau. Kegiatan terakhir yang kami ikuti adalah Seminar Pakaian Adat dan Budaya Melayu. Abang kami, yaitu Mahyudin Al Mudra, SH. MM., ... detail... » |
|
|
| SEJARAH MELAYU |
|
1. Sejarah Pembangunan Masjid Sultan Abdurrahman didirikan pada tahun 1771 M oleh Syarif Abdurrahman. Pendirian masjid ini dilakukan setelah selesainya pembukaan daerah baru, yang dinamai Pontianak. Jika dirunut dari awal, kisahnya bermula, ketika seorang penyebar agama Islam dari Jawa keturunan Arab, al-Habib Husein ... detail... » |
|
1. SejarahMakam Sultan Sharif Ali merupakan salah satu bangunan bersejarah di Brunei dan menjadi tempat tujuan ziarah yang diminati oleh banyak peziarah. Makam ini pernah ditutup untuk umum, terkait adanya penelitian terhadap situs bersejarah. Kala itu, makam tersebut hanya boleh dikunjungi atas permintaan khusus. Kondisi itu ... detail... » |
|
|
| BUDAYA MELAYU |
|
Para ketua adat memipin pelaksanaan musyawarah adat untukmerumuskan hukum adat. 1. Asal-usul Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 pasal 41 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang yang secara sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama ... detail... » |
|
Penganut Wetutelu dalam sebuah ritual A. Asal-Usul Masyarakat adat Wetutelu di Lombok, Propinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan kelompok sosial yang sampai hari masih teguh memegang tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka. Komunitas ini memraktekkan sebuah agama adat yang terbentuk dari ... detail... » |
|
|
| SASTRA MELAYU |
|
Uder Mancing adalah seorang laki-laki pemalas yang tinggal di sebuah kampung di daerah Kalimantan Tengah. Kerjanya hanya tidur dan memancing. Pada suatu hari, ketika hendak pergi memancing ke daerah udik (hulu sungai), tiba-tiba ia diserang dan ditawan oleh kawanan kera. Mengapa Uder Mancing diserang dan ditawan kawanan kera itu? Lalu, ... detail... » |
|
Ambun dan Rimbun adalah dua remaja laki-laki kakak-beradik. Mereka tinggal bersama ibunya di sebuah kampung di daerah Kalimantan Tengah. Sejak ayahnya meninggal, kehidupan mereka menjadi miskin. Meski demikian, kedua kakak beradik itu tetap saling menyayangi. Kemana pun pergi, mereka selalu bersama-sama. Pada suatu hari, Ambun dan Rimbun ... detail... » |
|
|
|